ku tak tahu apa rahasia tuhan dibalik dya dan dia
bagiku mereka begitu nyata, tapi sama-sama semu
bagiku mereka dua ironi dalam hidupku yg singkat
ya benar-benar singkat! hanya sekejap mata saja
namun.......
tak terbayangkan ironi ini ternyata begitu menyakitkan,
tapi terima sajalah...
karena,,,,
hidupku bukan tuk ironi, tapi tuk sang hiperbola dan superlatif...
karena,,,,
hidupku bukan tuk meratapi mereka sambil berandai-andai
dya seperti dia....
bukan pula mengaharapkan dia yg kutahu terus mengharap kepadanya...
karena,,,,
harus kusadari bukan saatny pula ku tuk berharap...
bukan saatny pula ku tuk melangkah...
tapi.....
apa yg dapat kulakukan?
apakah......
hanya menunggu, sembari mengejar cita-cita dan impian...
atau
bersembunyi dibalik topeng dan bersiap tampil apa adanya...
atau
terus berlari dari kenyataan bahwa kutahu kubutuh seseorang seperti dia, dan bukan dya....
ahhhhh....
semua bgitu membingungkan,
ahhh....
semua begitu abstrak dan semu,
sial!!!
kenapa?
kenapa harus kubertemu dya dan dia...
ingin sekali kuputar waktu tuk menghindari mereka...
dan kalaupun itu bisa, kusadar ku takkan melakukannya...
karena
kutahu itulah takdirku,
karena
kalaupun kubisa menghindar,
kan hadir dya dan dia yg lainnya..
kan hadir dya dan dia yg lainnya..
kan datang ironi-ironi lain yg menyertai mereka...
tak peduli, bagaimanapun ku menghindar...
tak peduli, sehebat apapun ku mengelak...
dya dan dia harus kuhadapi dengan tegar walau pahit terasa...
teruntuk dya dan dia
dari ku yg hina...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar